Rezeki dari Pendapatan Petani
Lahan yang Tidur, Berkah yang Menanti Di negeri ini, kita hidup di antara hamparan tanah yang luas. Sebagian besar dari kita — entah langsung maupun tidak — berakar pada kehidupan pertanian. Tanah ini menyokong kita, menopang peradaban, memberi makan jutaan jiwa. Namun ada kenyataan yang membuat hati terhenti: Banyak lahan terbentang, hijau dan subur — tetapi tidak ditanami. Ia dibiarkan kosong, terlantar, seolah tanah itu tidak bernapas, seolah tanah itu tidak menunggu sesuatu tumbuh darinya. Dan yang lebih menyentuh hati: di antara yang sudah menanam, sangat sedikit yang menanam dengan sepenuh hati. Menanam Bukan Sekadar "Sampingan" Banyak yang memandang lahan itu sekadar pelengkap hidup. Bukan mata pencaharian utama, bukan harapan utama, bukan jalan rezeki yang utama. "Ah, ini cuma sampingan..." — begitu katanya. Karena dianggap sampingan, maka: - Ditanami apa saja, asal tertutup — tidak dipilih benih yang baik - Diberi a...
