Pengertian dan Ruang Lingkup Teknologi Pengolahan Hasil Ternak
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Teknologi Pengolahan Hasil Ternak
Oleh Amran. Teknologi pengolahan hasil ternak adalah cabang ilmu yang mempelajari cara penanganan, pengolahan, pengawetan, dan pemanfaatan hasil ternak agar memiliki nilai guna, nilai tambah, serta daya simpan yang lebih baik. Hasil ternak tidak hanya terbatas pada daging, susu, dan telur, tetapi juga mencakup kulit, tulang, darah, lemak, serta limbah ternak seperti kotoran dan urin.
Ruang lingkup teknologi ini meliputi aspek biologis, kimia, fisik, hingga sosial-ekonomi, karena hasil ternak berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan, sandang, pertanian, dan industri.
2. Klasifikasi Ternak
Berdasarkan ukuran dan jenis pemanfaatannya, ternak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Ternak kecil
- Unggas: ayam, itik, puyuh, angsa
- Kelinci
- Burung ternak tertentu
b. Ternak besar
- Sapi
- Kerbau
- Kuda
- Domba dan kambing
c. Ternak non-konsumsi daging
Ular, Buaya
Ternak jenis ini umumnya tidak dimanfaatkan dagingnya, tetapi diambil kulitnya sebagai bahan baku industri kerajinan dan fashion.
3. Fungsi dan Peran Hasil Ternak bagi Kehidupan Manusia
a. Sebagai sumber pangan
Hasil ternak berperan penting dalam pemenuhan gizi manusia, antara lain:
- Protein hewani (daging, telur, susu) untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh
- Lemak sebagai sumber energi dan pelarut vitamin
- Mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi, dan seng
- Vitamin tertentu yang sulit diperoleh dari bahan nabati
- Protein hewani dikenal memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati.
b. Sebagai bahan sandang dan industri
Kulit ternak dimanfaatkan menjadi:
- Ikat pinggang
- Dompet
- Jaket kulit
- Sepatu
- Tas dan kerajinan tangan lainnya
Pengolahan kulit melibatkan teknologi penyamakan agar kulit menjadi awet, lentur, dan tidak mudah rusak.
4. Teknologi Pengolahan Hasil Utama Ternak
a. Pengolahan daging
- Pendinginan dan pembekuan
- Pengolahan tradisional: pengeringan, pengasapan, penggaraman
- Pengolahan modern: sosis, nugget, kornet, bakso
b. Pengolahan susu
- Pasteurisasi
- Sterilisasi
- Fermentasi (yoghurt, keju)
c. Pengolahan telur
- Telur asin
- Telur bubuk
- Telur cair pasteurisasi
Tujuan utama pengolahan ini adalah meningkatkan daya simpan, keamanan pangan, dan nilai ekonomi.
5. Pemanfaatan Limbah Ternak
a. Kotoran ternak sebagai pupuk organik
Kotoran ternak merupakan sumber bahan organik yang sangat penting bagi kesuburan tanah.
Ternak herbivora (sapi, kerbau, kambing, domba):
- Mengonsumsi rumput dan hijauan
- Kotorannya kaya bahan organik dan nitrogen
- Sangat baik untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang tanaman (fase vegetatif)
Ternak omnivora dan karnivora (ayam, burung):
- Mengonsumsi biji-bijian dan serangga
- Kotorannya relatif kaya fosfor dan unsur mikro
- Baik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan tanaman (fase generatif)
b. Teknologi pengolahan limbah
- Pupuk kandang padat
- Pupuk cair (bio-urine)
- Biogas sebagai sumber energi alternatif
Pengolahan limbah yang baik mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ternak.
6. Peran Teknologi Pengolahan Hasil Ternak dalam Pembangunan Berkelanjutan
Teknologi pengolahan hasil ternak berkontribusi pada:
- Ketahanan pangan nasional
- Peningkatan pendapatan peternak
- Pengurangan limbah dan pencemaran
- Pemanfaatan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan
Dengan pendekatan teknologi yang tepat, sektor peternakan tidak hanya menghasilkan produk konsumsi, tetapi juga mendukung sistem pertanian terpadu.
7. Penutup
Teknologi pengolahan hasil ternak merupakan ilmu terapan yang sangat strategis karena menyentuh kebutuhan dasar manusia: pangan, sandang, dan lingkungan. Pengelolaan hasil ternak yang bijaksana mencerminkan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.
Wallahu a’lam bissabab.


Komentar
Posting Komentar