Pengaruh Kadar Air Terhadap Pegolahan Buah dan Sayur
1. Tujuan Pengurangan Kadar Air pada Buah & Sayur
A Mengawetkan Mematikan/menidurkan mikroba pembusuk dan menonaktifkan enzim yang bikin buah cepat busuk.
B. Mengurangi berat & volume:1 kg buah segar bisa jadi 100-150 gram kering. Jadi hemat ongkos simpan & kirim.
C. Menghentikan reaksi kimia: Mencegah pencoklatan (browning), pelunakan tekstur, dan hilangnya vitamin.
D. Diversifikasi produk: Jadi manisan, keripik, bubuk, teh, selai, tepung buah.
2. Hubungan Kadar Air dengan Penyakit
Kadar air tinggi = Aw tinggi (>0,90) = surga untuk penyakit.
- Bakteri patogen:Salmonella, E. coli, Clostridium botulinum, tumbuh cepat di Aw >0,91. Ini penyebab diare, keracunan.
- Kapang penghasil racun:Aspergillus flavus_ tumbuh di buah kering yang kadar airnya naik lagi, menghasilkan aflatoksin -> penyebab kanker hati.
- Media kontaminasi: Air yang ada di buah/sayur yang tidak bersih bisa membawa pestisida, logam berat, dan virus.
- Pada manusia:Buah/sayur dengan kadar air terlalu tinggi yang sudah mulai busuk nutrisinya rusak dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Intinya: semakin tinggi Aw, semakin tinggi risiko biologis.
3. Hubungan Kadar Air dengan Keawetan
Ini kuncinya ada di Aw (0 - 1.0)
- Aw 0,95 - 1,0 (buah segar):* Tahan 3-7 hari di kulkas. Bakteri, khamir, kapang semua tumbuh.
- Aw 0,80 - 0,90 (manisan, kurma): Bakteri berhenti, tapi khamir & kapang masih bisa tumbuh. Tahan berminggu-minggu.
- Aw 0,60 - 0,70 (keripik buah, kismis): Hampir semua mikroba berhenti tumbuh. Tahan berbulan-bulan.
- Aw <0,60 (bubuk buah/sayur): Mikroba total dorman. Paling awet, bisa tahan 1-2 tahun kalau kemasan kedap.
Rumus sederhananya:
> Kadar Air Turun -> Aw Turun -> Mikroba & Enzim Tidak Aktif -> Busuk Lambat -> Awet Lebih Lama
Makanya buah yang dikeringkan benar (kadar air <10-12%) kalau disimpan di toples kedap udara + silica gel bisa awet setahun, sedangkan buah segar (kadar air 85-92%) cuma tahan 3 hari.

Komentar
Posting Komentar