Cara Menangani Hasil Panen Cabe Yang Melimpah

Saat petani  semuanya menanam lombok maka tiba-tiba harga menjadi turun. Hal inilah yang sering dialami petani cabe di Desa Langi. Petani mengalami banyak kerugian akibat harga begitu rendah dari harga Rp.50rb-an menjadi 2rb-an. 

Salah satu faktor yang paling mempengaruhinya adalah faktor distribusi produk. Pedagang hanya datang dari luar desa. Itupun pembeliannya dibatasi sehingga banyak produk yang seharusnya dijual tetapi tidak terjual. Terkadang kalau sudah panen tetapi pembeli tidak ada maka barang (cabe dibuang saja). Makanya saya sering melihat  banyak cabe dibuang begitu saja. 

Padahal kalau petani tahu maka hal itu tidak perlu terjadi.  Banyak cara yang bisa kita lakukan diantaranya : pengeringan, pembuatan bubuk cabe, pembuatan sambel, atau bisa juga dijual mentah untuk kebutuhan warung makan. 

Itupun hal ini terkendala karena petani biasanya agak malas melakukan hal itu. Petani maunya menjual langsung setelah panen. Tidak mau lagi repot-repot. 

Dalam hal ini diperlukan adanya penyuluhan pertanian secara berkala oleh pejabat terjkait. Misalnya penyuluh pertanian, atau induvidu yang memiliki pengetahuan tentang hal itu. 

Komentar

Postingan Populer