Pupuk MKP dan Cara Penggunaannya

Pupuk MKP merupakan pupuk yang berbentuk kristal yang cara pemberiannya bisa melalui akan dan bisa disemprot. Singkatan dari monokalium phosphate (MKP).  Pupuk ini sangat baik untuk digunakan sebagai perangsang perakaran, pembungaan dan juga mengurangi gugurnya bunga dan buah. Pupuk ini didominasi oleh phosfat dan kalium.  Komposisi terdiri dari 52 phosfat dan  dan 34 kalium.

Umumnya pupuk ini dipakai oleh petani pada saat pertumbuhan generatif pada tanaman yang menghasilkan buah. Tidak disarankan untuk tanaman yang hanya menghasilkan daun seperti kangkung dan bayam. 

Pemberian yang terbaik adalah saat tanaman memasuki masa generatif sampai panen. Pemberian pupuk itu tentu akan membuat kualitas hasil panen semakin berkualitas. 

Padi misalnya diberikan ketika sudah berumur 40 hst keatas. Padi yang telah berumur 40 hst sudah memasuki masa bunting atau hamil. Saat itu padi membutuhkan nutrisi yang banyak terutama yang bisa mendukung terbentuknya buah dan memperkuat batang. 

Setelah mulai mengeluarkan bunga maka lakukan penyemprotan 7 hingga 9 kali. Umumnya petani menggunakan takaran 2 sendok makan hingga 4 sendok makan. Atau bisa juga menggunakan aturan yang tertera pada lebel. Pupuk ini bisa juga dicampur dengan pupuk lain seperti KNO3, atau pupuk mikro. 

Saat pemberian bisa juga dicampur dengan pestisida baik untuk penyakit maupun untuk hama. Bila disemprot melalui daun sebaiknya dilakukan pagi hari antara jam 6 sampai jam 10. Sementara sore bisa jam 3 hingga jam 6 sore. 

Baca juga : 

Waspada serangan hama wereng coklat pada musim hujan 

Manfaat daun siri untuk mengatasi serangan hama pada tanaman kita 

Mengusir tikus dengan menggunakan cabai

Cara menyemprot padi dengan menggunakan NPK Mutiara 

Sawah yang kecil tidak perlu pakai pestisida 


Komentar

Postingan Populer