Cara Mengendalikan Hama Tikus Dengan Pikiran

Hama tikus termasuk hama utama pada tanaman padi. Pengendalian hama tikus yang kita kenal kultur teknis, biologi, kimia dan herbal. Akan tetapi penggunaan teknik tersebut belum tentu bisa mengendalikan dengan baik. Terkadang kita kendalikan semua cara tersebut tetapi hama tikus tetap masih menyerang. Bahkan masih bisa membuat gagal panen. Pupuk super aci bisa mengendalikan hama tikus 

Pengendalian Alternatif 

Perlu kita ketahui bahwa penyebab utama sebenarnya adalah faktor keyakinan kita. Kebanyakan petani sebelum menanam dia sudah memanggil tikus. Maksudnya ucapan dan pikiran sudah menyimpulkan bahwa tikus akan menyerang padinya. Padahal baru persiapan penanaman sudah memikirkan bahwa tikus akan menyerang padinya. 

Beberapa petani bahkan sudah mempersiapkan racun tikus sebelum menanam. Karena begitu yakinnya bahwa sawahnya akan diserang tikus maka beberapa petani sudah merendam padinya dengan racun tikus. Bahkan saat penghamburan benihnya mereka sudah memberinya umpan tikus berupa racun. 

Ucapan adalah doa, apalagi diucapkan secara berulang dan akan meresap ke alam bawah sadar. Apabila sudah meresap ke alam bawah sadar makan alam semesta akan meresponnya. Dan saat itulah tikus betul-betul akan merusak padi kita. Ketika kita mengatakan bahwa tikus akan menyerang kebanyakan musim hujan, maka betul-betul terjadi. Kalau kita mengatakan tikus tidak terlalu menyerang pada musim kemarau maka juga itu terjadi. 

Pikiran yang menentukan serangan tikus, kalau kita pikirkan sawah diserang tikus maka sawah akan diserang. Tetapi kalau kita katakan tidak, maka tidak diserang. Tentu saja ini akan terjadi kalau kita yakin. 

Testimoni Pengendalian Tikus

Daeng Naba di Kaddoro Bo'bo merupakan petani yang tidak mengendalikan tikus dengan cara biasa. Hanya melakukan metode sederhana dengan keyakinan penuh maka sawahnya aman dari serangan tikus.

Mula-mula mencangkul pinggiran sawahnya persiapan untuk melemparkan tikus pada malam hari. Setelah malam hari dia mengambil bongkahan tanah yang telah dicangkul dilemparkan ketengah sawah (antara jam 20.00 sampai jam 24.00). Jumlah titik pelemparan tergantung kemauan dia. Mau banyak lemparan atau sedikit tergantung keyakinan kita. 

Terbukti bahwa sawahnya tidak diganggu tikus, walaupun tetangga sawahnya dirusak tetapi sawah daeng Naba Aman tanpa gangguan tikus. Hal ini terjadi karena mereka yakin bahwa dengan melempar tikus, maka tikus ketakutan. Keyakinannya yang kuat, direspon oleh alam semesta. Maka hal itu sudah pasti terjadi.  

Pupuk cair cucian beras dan cara pembuatannya

Komentar

Postingan Populer