Bahaya Sundep dan Beluk

Proses dari kupu-kupu ke ulat dimulai dari masuknya kupu-kupu ketanaman padi. Tiga hingga 5 hari pertama sejak masuknya kupu-kupu dipergunakan untuk bertelur. Jumlah telur diletakkan secara berkelompok pada daun. Tiap kelompok telur kisaran 50 - 150 butir. 1 Ekor betina bisa menghasilkan telur 100 hingga 600 butir telur. 3 hari setelah bertelur akan menetas. Dengan menetasnya telur tersebut merupakan awal dari ulat untuk mulai makan. 
Gambar Padi Terserang Hama
Siklus hidup dari hama kupu-kupu berlangsung antara 35 hingga 68 hari. Mulai dari kupu-kupu, telur, Ulat,  kepompong hingga menjadi kupu-kupu kembali. 

Kebiasaan petani menangani padi yang terserang hama nanti setelah padi rusak. Kebiasaan ini telah berlangsung lama. Tentu saja hal tersebut akan mengurangi produktivitas padi.  Sebagaimana kita ketahui bahwa seekor ulat yang menyerang batang padi akan berpindah dari 1 pohon kepohon lain dalam 1 rumpun. Sehingga kalau tidak diatasi  secepatnya bisa menyebabkan kerusakan hasil panen atau bahkan bisa tidak panen sama sekali. 

Perpindahan tersebut terjadi apabila sudah memakan bagian tengah dari batang padi. Selanjutnya keluar dari batang padi untuk pindah kepohon selanjutnya. Saat pindah dia menggantung badan dengan tali-tali kecil ( benang-benang kecil)  seperti laba-laba. Apabila pohon yang disamping tidak ada perlindungan atau batang kurang keras maka ulat akan mudah digigit oleh ulat.

Dalam 1 pohon hanya terdapat  1 ulat karena bersifat kanibal. Mereka saling memakan apabila ada 2 dalam 1 pohon. Apabila sudah kenyang dan sudah mau menjadi kepompong maka dia melubangi bagian pangkal batang. Disitu keluar dan selanjutnya menuju ujung daun untuk melipat daun dan tinggal disitu sampai berbah menjadi kupu-kupu. 

Intensitas serangan bisa bervariasi mulai 0 persen hingga 90 persen. Penyerangan dimulai dari pembibitan hingga menjelang panen. Baik sundep maupun beluk keduanya samgat berbahaya. Kalau penyerangan masih taraf vegetatif maka masih ada kemungkinan bisa tumbuh pucuk baru. Tetapi ketika menyerang saat vase generatif maka bayang-bayang kerugian akan menjadi nyata. Penyerangan setelah vegetatif menyebabkan tunas tidak tumbuh lagi. Walaupun tumbuh tetapi sudah sangat lambat panen. Yang diserang juga menyebabkan buah jadi hampa dan menjadi putih. Itulah sebabnya petani kita memiliki produktivitas yang rendah karena petani umumnya tidak melakukan penanganan hama tidak maksimal.

Petani hanya menyemprot saat padi sudah terserang parah. Penanganan yang lambat akan mengakibatkan juga hasil yang mungkin kurang memuaskan.

Baca juga :

Komentar

Postingan Populer