Cara Mencegah Serangan Keong Padi Dengan Sanitasi

Keong merusak tanaman dengan cara memakan daun padi sampai habis. Merayap dari satu batang padi kepadi lainnya. Serangan dilakukan pada awal penanaman karena saat itu batang padi masih lunak.  Apabila sudah ditahu bahwa lahan padi kita akan diserang oleh keong maka harusnya memindahkan bibit setelah berumur 28 hari. Pada umur benih tersebut batang padi sudah keras sehingga tidak bisa dimakan oleh keong
                    Sumber : flickr
Tentu saja dalam hal ini pada penanaman jangan sampai air banyak yang memungkinkan keong bisa menyerang padi kita. Aturan air supaya tidak diserang keong. Pemberian air secara macak-macak sampai padi atau benih berumur 30 hari setelah tanam (tanam langsung). Kalau tanam pindah usahan benih berumur minimal 28 hari. Biasanya keong malas bergerak kalau air macak-macak. Dan padi juga tidak mengapa bila macak. Yang penting padi terpenuhi kebutuhan airnya. Kalau kebutuhan air terpenuhi tidak akan merusak padi. 

Pada saat yang rawan dari serangan hama keong kebersihan lahan kita harus diperhatikan. Terutama pematang jangan dibiarkan rumput menjadi rimbun. Begotu pula parit-parit sawah harus bersih. Semua jenis kotoran rumput yang memungkinkan sebagai tempat bersembunyinya keong harus segera kita hilangkan. Tujuan menghilangkannya yaitu supaya tidak ada tempat keong untuk sembunyi. Sebab keong tidak menyukai matahari. Dengan demikian dapat mencegah serangan keong pada siang hari. Walaupun sebenarnya keong aktif pada malam hari, tetapi kalau sanitasi sawah jelek maka tikus juga menyerang pada siang hari.

Artikel Terkait:

Komentar

Postingan Populer