Kemasan Kertas Dan Bahayanya

Salah satu kemasan yang paling sering digunakan adalah kertas. Kertas sering dijadikan pembukus oleh sebahagian masyarakat terutama penjual keliling. Misalnya untuk membukus makanan, membungkus kacang, dan lainnya.
                       Sumber gb. Flickr
Kertas bekas sebenarnya tidak dibolehkan untuk digunakan sebagai pembungkus makanan. Karena mengandung logam berat dan timbal yang sangat membahayakan. Disamping itu juga merupakan sumber kontaminasi mikroba yang membahayakan. Tentu saja mikrobat tersebut berbahaya untuk pencernaan terutama sakit perut. 

Kertas termasuk kemasan yang sangat mudah didapatkan dan termasuk harganya sangat murah. Tetapi pada kesempatan ini kami akan fokus sedikit membahas tentang kertas bekas. Kertas bekas sering dijadikan pembungkus makanan jajanan. Tetapi anehnya banyak juga orang yang memanfaatkan kemadan tersebut. 

Pada saat lebaran orang menggunakan kertas koran sebagai alas saat sholat. Mereka menjadikan pelapis di bawah sajadah supaya tidak langsung bersentuhan ketanah. Bekas koran seperti itulah yang sering kali dipakai untuk membungkus makanan tertentu. Misalnya songkolo makassar, membungkus kacang tanah, pelapis nasi bungkus. Dan masih banyak lagi yang sering digunakan untuk membungkus makanan tersebut. 

Tahukah anda korang bekas bisa menimbulkan kangker bilah terkontaminasi dengan makanan?. Selama ini masyarakat kita tidak peduli dengan bahaya tersebut. Umumnya hanya melihat kelezatan yang ada dalam pembungkus. Bahaya itu juga akan diperoleh dari pembungkus sekunder. Padahal pembungkus sekunder tidak bersentuhan langsung dengan makanan. Apatalah lagi kemasan primer yang bersentuhan langsung lebih berbahaya lagi. Tetapi banyak orang tidak menghiraukan bahaya tersebut. 

Bagaiman proses masuknya penyakit dalam tubuh bila menggunakan kertas bekas. Kita ketahui bahwa kertas koran sudah diperoses secara kimia. Salah satu yang paling berbahaya adalah tintah tulisan dikoran. Tulisan itu terkandung timbal (pb). Timbal tersebut akan berpindah kepada makanan yang dibungkusnnya. Terutama timbah itu akan larut dalam air dan minyak. Selanjutnya pb  yang berpindah tersebut menyebabkan pencampuran dalam makanan. Selanjutnya akan masuk dalam tubuh. Masuknya pb dalam tubuh selanjutnya berinteraksi dengan aliran darah. Lama-kelamaan kalau kita sering mengkonsumsi makanan tersebut menyebabkan terjadi akumulasi dalam tubuh. 

Akumulasi itulah yang menyebabkan berbagai macam penyakit. Seperti Kangker, alergi, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain.

Artikel Terkait:

Pengemasan hasil pezrtanian 

Komentar

Postingan Populer